Cari Blog Ini

Rabu, 12 Oktober 2011

Mengenal Bahan Tambahan Makanan



Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan papan yang diperlukan guna melangsungkan kehidupan. Seiring perkembangan perekonomian, bidang perindustrian dan perdagangan telah menghasilkan berbagai macam barang yang dapat dikonsumsi. Pemenuhan makanan cepat saji dan tahan lama dapat dihasilkan secara mudah dengan menggunakan bahan tambahan makanan atau zat aditif yang berbahaya tanpa memperhatikan kualitas dan dampak kesehatan bagi manusia.
Penggunaan bahan tambahan atau zat aditif pada makanan semakin meningkat, terutama setelah adanya penemuan-penemuan dalam mensintesis bahan kimia baru yang lebih praktis, murah, dan mudah diperoleh. Penambahan bahan tambahan/zat aditif ke dalam makanan merupakan hal yang dipandang perlu untuk meningkatkan mutu suatu produk. Banyak produsen menggunakan bahan tambahan makanan karena ketidaktahuan akan kemungkinan bahaya yang ditimbulkan, keinginan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya karena harga bahan tambahan makanan sintetis lebih murah dibandingkan dengan yang alami, serta lemahnya sistem pengawasan dan pengambilan tindakan terhadap para pelanggarnya.
Berbagai jenis makanan berwarna-warni, rasanya manis, terasa lezat, beraroma sedap, dan tahan lama karena diberi bahan tambahan. Bahan tambahan makanan disebut juga bahan aditif. Bahan aditif dalam makanan tidak semuanya diperlukan oleh tubuh. Ada bahan aditif dalam makanan yang membahayakan kesehatan. Penggunaan bahan aditif dalam proses produksi pangan perlu diwaspadai, mengingat penggunaannya dapat berakibat merugikan masyarakat.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.7 Tahun 1996 tentang Pangan, bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan. Bahan makanan tambahan pada produk makanan dan minuman berfungsi sebagai bahan yang dapat memperpanjang masa simpan produk serta untuk memperoleh mutu sensorisnya (cita rasa, warna, dan tekstur). Penggunaan bahan makanan tambahan secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan karena bahan tersebut memiliki kemungkinan bersifat mutagenik dan atau karsinogenik yang dapat menimbulkan kelainan genetik seperti kanker, penuaan sel, dan kerusakan organ yang lain.
Secara umum bahan tambahan/aditif ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Aditif sengaja yaitu aditif yang secara sengaja ditambahkan untuk meningkatkan konsistensi, cita rasa, mengendalikan keasaman/kebasaan, dan memantapkan bentuk dan rupa;
2. Aditif tidak sengaja yaitu aditif yang memang telah ada dalam makanan (walaupun sedikit) sebagai akibat dari proses pengolahan.

1. Pemanis Alami dan Buatan
Pemanis, baik alami maupun buatan, merupakan merupakan bahan tambahan makanan yang dapat memberikan rasa manis pada makanan.
a. Pemanis Alami
Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun hewani. Berikut contoh pemanis alami.
1) Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan. Selain memberi rasa manis, gula tebu juga bersifat mengawetkan.
2) Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir. Gula jenis ini sebagian besar digunakan untuk makanan tradisional, misalnya pada bubur, dodol, kue apem, dan gulali.
3) Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.
4) Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu, kayu manis juga berfungsi sebagai pengawet.
b. Pemanis Buatan
Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan dan tidak atau hampir tidak memiliki nilai gizi. Pemanis buatan sering ditambahkan ke dalam makanan atau minuman sebagai pengganti gula. Pemanis buatan memiliki kelebihan dibandingkan dengan pemanis alami. Kelebihannya sebagai berikut.
 Memiliki rasa yang lebih manis.
 Membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis.
 Mengandung kalori dengan kadar lebih rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes.
 Harganya terjangkau.
Berikut beberapa pemanis buatan yang beredar di pasaran.
1) Aspartam
Aspartam merupakan pemanis yang digunakan dalam pemanis buatan produk-produk minuman ringan. Aspartam adalah pemanis yang berkalori sedang. Tingkat kemanisan dari aspartam 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Aspartam dapat terhidrolisis atau bereaksi dengan air dan kehilangan rasa manis, sehingga lebih cocok digunakan untuk pemanis yang berkadar air rendah.
2) Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. Tingkat kemanisan sakarin kurang lebih 300 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Namun, jika penambahan sakarin terlalu banyak justru menimbulkan rasa pahit dan getir. Es krim, gula-gula, es puter, selai, kue kering, dan minuman fermentasi biasanya diberi pemanis sakarin. Sakarin sangat populer digunakan dalam industri makanan dan minuman karena harganya yang murah. Namun penggunaan sakarin tidak boleh melampaui batas maksimal yang ditetapkan karena bersifat karsogenik (dapat memicu timbulnya kanker). Dalam setiap kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang diperbolehkan adalah 50–300 mg. Sakarin hanya boleh digunakan untuk makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar maksimal
0,5 mg tiap kilogram berat badan per hari.
3) Siklamat
Siklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan tingkat kemanisan yang dihasilkan kurang lebih 30 kali lebih manis daripada gula pasir. Makanan dan minuman yang sering dijumpai mengandung siklamat antara lain: es krim, es puter, selai, saus, es lilin, dan berbagai minuman fermentasi. Beberapa negara melarang penggunaan siklamat karena diperkirakan mempunyai efek karsinogen. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500–3.000 mg per kg bahan makanan.
4) Sorbitol
Sorbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis,
selai dan roti, serta makanan lain.
5) Asesulfam K
Asesulfam K merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. Tingkat kemanisan dari asesulfam K adalah 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, asesulfam K merupakan pemanis yang tidak berbahaya.

2. Penyedap Rasa dan Aroma serta Penguat Rasa Alami dan Buatan
Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa merupakan bahan tambahan makanan yang dapat memberikan atau menambah rasa lezat dan aroma yang sedap pada makanan.
a. Penyedap Rasa dan Aroma serta Penguat Rasa Alami
Bahan penyedap dari bahan alami selalu terdapat di dalam setiap makanan. Jenis bahan penyedap ini banyak sekali. Biasanya bahan-bahan ini dicampurkan bersama-sama sebagai bumbu makanan. Berikut contoh penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa alami.
1) Bawang merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak digunakan.
2) Merica memberi aroma segar dan rasa pedas yang khas.
3) Terasi merupakan zat cita rasa alami dari bubuk ikan dan udang kecil yang dibumbui sedemikian rupa secara alami, meliputi terasi, bawang, daun pandan, dan kayu manis sehingga memberi rasa sedap yang khas.
4) Daun salam memberi rasa sedap pada makanan.
5) Jahe memberi aroma harum dan rasa pedas khas jahe.
6) Cabai memberi rasa sedap dan pedas pada setiap masakan.
7) Daun pandan memberi rasa dan aroma sedap dan wangi pada makanan.
8) Selain memberi rasa manis dan mengawetkan, kayu manis juga memberi aroma harum khas kayu manis.
9) Benzaldehida mempunyai rasa dan aroma seperti buah lobi-lobi.
10) Etil-butirat mempunyai rasa dan aroma seperti buah nanas.
11) Oktil-asetat mempunyai rasa dan aroma seperti buah jeruk.
12) Amil-asetat mempunyai rasa dan aroma seperti buah pisang.
13) Amil-valerat mempunyai rasa dan aroma seperti buah apel.
14) Isobutil-propionat mempunyai rasa dan aroma seperti buah rum.
15) Benzaldehid mempunyai rasa dan aroma seperti buah cherry.
16) Vanili yaitu serbuk (hablur) berwarna putih yangg dibuat dari biji vanili sebagai pengharum makanan.
b. Penyedap Rasa dan Aroma serta Penguat Rasa Buatan

Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan adalah vetsin atau monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut sebagai micin. MSG merupakan garam dari asam glutamat. Asam glutamat tersebut merupakan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan garamnya berupa natrium glutamat dihasilkan dari proses fermentasi tetes tebu yang berasal dari gula bit atau gula tebu. Proses tersebut sama seperti proses fermentasi dalam pembuatan minuman bir, cuka, kecap, atau acar.
MSG tidak berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang gurih. MSG biasanya berbentuk kristal putih seperti kristal garam dapur, mudah larut dan bercampur di dalam makanan. MSG dapat menguatkan rasa dan aroma makanan dan menghilangkan rasa tidak enak yang terdapat pada makanan tersebut, tetapi tidak dapat memperbaiki cita rasa makanan yang telah rusak. Misalnya, makanan yang tengik atau basi.
Mengonsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome. Tanda-tandanya antara lain berupa munculnya berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah berkeringat, kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.

3. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental Alami dan Buatan
Bahan pengemulsi, pemantap, dan pengental merupakan bahan tambahan makanan yang dapat membantu terbentuknya atau memantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
a. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental Alami
Berikut contoh bahan pengemulsi, pemantap, dan pengental alami.
1) Agar-agar merupakan zat berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga.
2) Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang.
3) Gom Arab adalah salah satu produk getah (resin) yang dihasilkan dari penyadapan getah pada batang tumbuhan legum.
b. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental Buatan
Berikut contoh bahan pengemulsi, pemantap, dan pengental buatan.
1) Aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol)
2) Kalium glukonat (pada buah kalengan)
3) Aluminium silikat (untuk susu bubuk)
4) Kalsium aluminium silikat (untuk garam meja)

4. Pewarna Alami dan Buatan

Pewarna adalah bahan yang dapat memberikan atau memperbaiki warna pada makanan. Dengan menggunakan pewarna, makanan bisa tampak lebih menarik dan menjadi lebih bervariasi.
a. Pewarna Alami
Pewarna alami merupakan zat warna yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan. Penggunaan pewarna alami lebih aman daripada pewarna buatan. Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai pewarna alami karena bagian dari tumbuhan tersebut mengandung zat warna tertentu. Berikut beberapa jenis pewarna alami yang digunakan.
1) Anato (oranye), antara lain digunakan untuk es krim dan keju.
2) Karamel (coklat hitam), biasanya digunakan dalam proses pembuatan selai, jeli, atau jamur kalengan .
3) Beta-karoten (kuning), terdapat dalam wortel.
4) Kapsaisin (merah), terdapat dalam cabai merah.
5) Klorofil (hijau), merupakan zat warna hijau yang terdapat pada daun sehingga disebut juga zat warna hijau daun. Zat warna ini sering dihubungkan dengan kesegaran sayur-sayuran atau warna buah-buahan yang belum masak. Jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan untuk pewarna hijau pada makanan, misalnya daun pandan wangi dan daun suji. Daun-daun ini diekstrak dan airnya yang berwarna hijau digunakan untuk mewarnai bahan-bahan pembuat kue tradisional, seperti kue lapis, kue talam, kue bugis, dan kelepon.
6) Kunyit (kuning), sering digunakan sebagai bahan tambahan masakan tradisional, seperti nasi kuning dan gulai.
b. Pewarna Buatan
Pewarna buatan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh jika kita tidak tahu aturan pemakaiannya. Ada beberapa pewarna buatan yang boleh digunakan untuk makanan. Pewarna tersebut, antara lain biru berlian, cokelat HT, eritrosin, hijau FCF, hijau S, indigotin, karmoisin, kuning FCF, kuning kuinolin, merah alura, ponceau 4R, dan tartrazin. Pewarna buatan tersebut, biasanya digunakan untuk mewarnai es krim dan produk sejenisnya, kacang kapri di dalam kaleng, kacang ercis di dalam kaleng, acar di dalam botol, selai, jelly, saos apel di dalam kaleng, minuman ringan, makanan kemasan yang dicairkan dahulu saat dimasak, buah pir dan plum di dalam kaleng, udang beku dan udang beku di dalam kaleng, yoghurt beraroma dan produk pangan yang dipanaskan setelah fermentasi, daging olahan, dan marmalad.
Selain itu, ada pula pewarna buatan terlarang dan berbahaya yang sering digunakan untuk mewarnai makanan jajanan, tetapi masih digunakan oleh beberapa pedagang makanan adalah amaranth, rhodamine B, ponceau SX, dan methanyl yellow.

5. Penambah Gizi
Lemak
Lemak adalah sumber tenaga kalori yang padat. Lemak yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko terhadap penyakit jantung dan kegemukan. Berikut beberapa jenis lemak buatan yang sering digunakan pada makanan.
a. BHA and BHT
Butylated hydroxyanisole (BHA) dan butylated hydrozyttoluene (BHT) termasuk zat aditif yang harus dihindari. Mereka digunakan sebagai antioksidan untuk mengawetkan makanan dengan cara mencegah terjadinya oksidasi pada makanan. BHA dan BHT digunakan mempertahankan lemak dan minyak dari proses tengik, lazim ditemukan pada sereal, permen karet, potato chips dan minyak sayur. Struktur BHA dan BHT akan berubah selama proses pengolahan makanan dan kemungkinan membentuk sebuah senyawa yang bereaksi dengan tubuh sehingga bersifat karsinogen.
b. Propyl Gallate
Propyl gallate adalah zat aditif lain yang harus dihindari. Zat ini dipakai untuk mencegah lemak dan minyak menjadi rusak dan biasanya dipakai bersamaan dengan BHA dan BHT. Zat aditif ini kadang-kadang ditemukan pada produk daging, sup berbahan dasar ayam, dan permen karet.
c. Trans Fats
Trans fat atau lemak trans masuk ke daftar merah karena jika mengonsumsi zat ini terlalu banyak dapat menyebabkan sakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kehilangan fungsi anggota badan karena penyakit pembuluh darah. Lemak ini biasanya terdapat pada makanan cepat saji.
d. Olestra
Olestra adalah lemak sintetis yang juga dikenal dengan merek Olean dan ditemukan pada sejumlah brand potato chips. Zat ini sering kali menyebabkan diare, kram perut dan gas. Olestra menghambat penyerapan vitamin yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin yang larut lemak yang ditemukan pada sayur dan buah.

6. Pengawet Alami dan Buatan

Pengawet makanan adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat terjadinya fermentasi, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme perusak tersebut dapat berupa jamur, ragi (khamir), dan bakteri. Dengan demikian, pemberian pengawet makanan dapat memperpanjang lama penyimpanan suatu makanan.
a. Pengawet Alami
Berikut bahan-bahan alami yang sering dipakai untuk pengawet.
1) Gula merah
Selain sebagai pemanis, gula merah juga bersifat mengawetkan.
2) Garam
Garam merupakan pengawet alami yang banyak dihasilkan dari penguapan air
laut. Ikan asin dapat bertahan hingga berbulan-bulan karena pengaruh garam.
3) Kunyit
Selain sebagai pewarna, kunyit juga berfungsi sebagai pengawet. Dengan penggunaan kunyit, tahu, atau nasi kuning menjadi tidak cepat basi.
4) Kulit kayu manis
Di beberapa tempat di belahan kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pengawet karena banyak mengandung asam benzoat. Selain itu, kayu manis juga berfungsi sebagai pemanis dan pemberi aroma.
5) Cengkih
Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga tanaman cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi sebagai penambah aroma.
6) Gula Tebu
Gula tebu memberi rasa manis dan bersifat mengawetkan. Buah-buahan yang disimpan dalam larutan gula pekat akan menjadi awet karena mikroorganisme sukar hidup di dalamnya.
b. Pengawet Buatan
Berikut bahan-bahan sintesis yang sering dipakai untuk pengawet.
1) Benzoat
Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan dengan menggunakan bahan jenis ini.
2) Sulfit
Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan dengan menggunakan bahan ini.
3) Propil galat
Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis. Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan.
4) Garam nitrit
Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit. Bahan ini terutama sekali digunakan sebagai bahan pengawet keju, ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis, atau kornet, serta makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat dihambat dengan adanya nitrit ini. Misalnya, pertumbuhan Clostridia di dalam daging yang dapat membusukkan daging.
5) Asam asetat
Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka. Bahan ini menghasilkan rasa masam dan jika jumlahnya terlalu banyak akan mengganggu selera karena bahan ini sama dengan sebagian isi dari air keringat kita. Asam asetat sering dipakai sebagai pelengkap ketika makan acar, mi ayam, bakso, atau soto. Asam asetat mempunyai sifat antimikroba. Makanan yang memakai pengawet asam cuka antara lain acar, saos tomat, dan saus cabai.
6) Propianat
Jenis bahan pengawet propianat yang sering digunakan adalah asam propianat dan garam kalium atau natrium propianat. Propianat selain menghambat kapang juga dapat menghambat pertumbuhan Bacillus mesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan makanan. Bahan pengawetan produk roti dan keju biasanya menggunakan bahan ini.
7) Sorbat
Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah, keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan pertumbuhan kapang dan tidak memengaruhi cita rasa makanan pada tingkat yang diperbolehkan.

7. Pemutih dan Pematang Tepung Buatan
Pemutih dan pernatang tepung adalah bahan tambahan makanan yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematang tepung sehingga dapat nemperbaiki mutu pemanggangan. Beberapa bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai pemutih dan pematang tepung buatan, antara lain:
a. asam askorbat, aseton peroksida, dan azodikarbon amida yang terdapat di dalam tepung;
b. kalium bromat yang terdapat di dalam tepung dan adonan roti serta produk sejenisnya;
c. kalsium stearoil–2–laktilat yang terdapat di dalam adonan kue dan roti serta produk sejenisnya;
d. natrium stearil fumarat yang terdapat di dalam roti dan produk sejenisnya;
e. natrium stearoil–2–laktilat yang terdapat di dalam roti dan produk sejenisnya, wafel dan tepung campuran wafel, adonan kue, serta serabi dan tepung campuran serabi; dan
f. l–sistein yang terdapat di dalam tepung serta roti dan produk sejenisnya.

8. Antikempal Buatan

Antikempal adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah mengempalnya makanan yang berupa serbuk. Bahan antikempal merupakan senyawa anhidrat yang dapat mengikat air tanpa menjadi basah dan biasanya, ditambahkan ke dalam bahan makanan yang berbentuk bubuk atau serbuk seperti garam meja. Tujuan penambahan bahan antikempal ke dalam makanan adalah untuk mencegah terjadinya penggumpalan dan menjaga agar bahan tersebut dapat dituang (free flowing). Bahan antikempal dapat dimetabolisme atau tidak beracun jika penggunaan sesuai saran penyajian.
Beberapa bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai antikempal buatan antara lain:
a. aluminium silikat yang terdapat di dalam susu bubuk dan krim bubuk;
b. kalsium silikat yang terdapat di dalam garam meja, serbuk garam yang bercampur dengan rempah atau bumbu seperti merica;
c. trimagnesium fosfat yang terdapat di dalam susu bubuk dan krim bubuk.

Kawasan Industri MM2100, 12 Oktober 2011

Antisipasi, Mitigasi, dan Siaga Bencana Kekeringan

*Just share rangkaian kata dalam buku saya yang berjudul “Seri Mengenal Bencana ALam: Kekeringan” (Tahun terbit: 2010, vi + 74 Halaman, Full Colour, ISBN 978–979–041–676–5).




Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Posisi geografis dan geodinamik Indonesia telah menempatkan tanah air kita sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana alam. Bencana dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi geografis, geologis, iklim, maupun faktor-faktor lain seperti keragaman sosial, budaya, dan politik.
Kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologis yang silih berganti terjadi di Indonesia. Kekeringan tidak dapat dielakkan dan secara perlahan berlangsung lama hingga musim hujan tiba. Secara umum, pengertian kekeringan adalah kondisi ketersediaan air yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan, baik untuk untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, dan lingkungan. Kekeringan terbagi dalam dua kategori, yaitu kategori terkena kekeringan dan kategori terancam kekeringan.
Adapun gejala atau tanda-tanda akan terjadi kekeringan pada suatu wilayah di antaranya adalah sebagai berikut.
Kekeringan berkaitan dengan menurunnya tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim.
Kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah. Kekeringan ini diukur berdasarkan ketinggian muka air sungai, waduk, danau, dan ketinggian muka air tanah.
Kekeringan pada lahan pertanian ditandai dengan kekurangan lengas tanah (kandungan air dalam tanah) sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu. Akibatnya, tanaman menjadi rusak dan mengering.

Kekeringan cenderung muncul di daerah-daerah kering dengan curah hujan yang terbatas. Faktor-faktor fisik seperti penyimpanan kelembapan tanah dan waktu datangnya hujan mempengaruhi tingkat kerugian tanaman pangan dalam bencana kekeringan. Ketergantungan pada pertanian tadah hujan meningkatkan kerentanan kekeringan. Para petani yang tidak dapat beradaptasi terhadap kondisi kekeringan dengan penanaman yang berulang-ulang akan dapat mengalami gagal panen. Penduduk yang tergantung pada ternak tanpa daerah gembalaan yang memadai juga berisiko. Masyarakat yang tergantung pada sumber daya air, mungkin akan menghadapi kompetisi untuk memperebutkan air.
Kekeringan mempengaruhi standar sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kehidupan. Pengaruh kekeringan menyebar jauh dan melampaui efek fisik. Akan tetapi, tidak semua dampak kekeringan negatif. Produsen pertanian yang berada di luar wilayah kekeringan dapat menjual komoditasnya dengan harga yang lebih tinggi.
Banyaknya peristiwa bencana yang terjadi di Indonesia telah membuka mata kita bersama bahwa penanggulangan bencana perlu dimengerti dan dikuasai oleh seluruh masyarakat.
Antisipasi bencana kekeringan adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan sama sekali atau mengurangi ancaman bencana kekeringan. Antisipasi bencana kekeringan dapat dilakukan melalui dua tahapan strategi, yaitu perencanaan jangka pendek dan panjang.

Perencanaan Jangka Pendek (Satu Tahun Musim Kering)
Penetapan prioritas pemanfaatan air sesuai dengan prakiraan kekeringan.
Penyesuaian rencana tata tanam sesuai dengan prakiraan kekeringan.
Pengaturan operasi dan pemanfaatan air waduk untuk wilayah sungai yang mempunyai waduk.
Perbaikan sarana dan prasarana pengairan.
Penyuluhan dan sosialisasi kemungkinan terjadinya bencana kekeringan serta dampaknya.
Penyiapan cadangan pangan.
Penyiapan lapangan kerja sementara (padat karya) untuk meringankan dampak bencana kekeringan.
Persiapan tindak darurat, meliputi:
pembuatan sumur pantek atau sumur bor untuk memperoleh air;
penyediaan air minum dengan mobil tangki;
penyemaian hujan buatan di daerah tangkapan hujan;
penyediaan pompa air.

Perencanaan Jangka Panjang

Pelaksanaan reboisasi atau konservasi untuk meningkatkan retensi dan tangkapan di hulu.
Pembangunan prasarana pengairan (waduk, situ, dan embung).
Pengelolaan retensi alamiah (tempat penampungan air sementara) di wilayah sungai.
Penggunaan air secara hemat.
Penciptaan alat sanitasi hemat air.
Pembangunan prasarana daur ulang air.
Penertiban pengguna air yang tidak taat aturan dan tanpa izin.

Mitigasi atau pengurangan bencana kekeringan adalah upaya untuk mengurangi atau meredam risiko bencana kekeringan. Kegiatan mitigasi meliputi upaya nonfisik, fisik darurat, dan fisik jangka panjang.
Upaya Nonfisik
Upaya nonfisik merupakan upaya yang bersifat pengaturan, pembinaan, dan pengawasan, di antaranya sebagai berikut.
Menyusun neraca air regional secara cermat.
Menentukan urutan prioritas alokasi air.
Menentukan pola tanam dengan mempertimbangkan ketersediaan air.
Menyiapkan pola operasi sarana pengairan.
Memasyarakatkan gerakan hemat air dan dampak kekeringan.
Menyiapkan cadangan atau stok pangan.
Menyiapkan lapangan kerja sementara.
Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan upaya penanganan kekeringan.

Upaya Fisik Darurat
Upaya penanganan kekeringan yang bersifat fisik darurat atau sementara, di antaranya sebagai berikut.
Penyemaian hujan buatan di daerah tangkapan hujan yang mempunyai waduk atau reservoir sehingga air hujan yang terbentuk dapat ditampung.
Pembuatan sumur pantek untuk mendapatkan air.
Penyediaan pompa yang mudah dipindahkan di areal dekat sungai atau danau sehingga pompa tersebut dapat digunakan secara bergantian untuk memperoleh air.
Operasi penyediaan air minum dengan mobil tangki untuk memasok air pada daerah-daerah kering dan kritis.

Upaya Fisik Jangka Panjang
Upaya penanganan kekeringan yang bersifat jangka panjang, di antaranya sebagai berikut.
Pembangunan prasarana pengairan, seperti waduk, bendung karet, dan saluran air.
Pelaksanaan konservasi air dan sumber air di daerah tangkapan hujan.
Penggunaan air secara hemat dan berefisiensi tinggi.
Penciptaan alat-alat sanitasi yang hemat air.

Siaga bencana kekeringan adalah upaya menghadapi situasi darurat serta mengenali berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pada saat bencana kekeringan.
Penanganan dampak bencana kekeringan perlu dilakukan upaya secara terpadu oleh sektor terkait, antara lain sebagai berikut.
Dampak Sosial
Penyelesaian konflik antarpengguna air.
Pengalokasian program padat karya di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

Dampak Ekonomi
Peningkatan cadangan air melalui pembangunan waduk-waduk baru, optimalisasi fungsi embung, situ, penghijauan daerah tangkapan air, dan penghentian perusakan hutan.
Peningkatan efisiensi penggunaan air melalui gerakan hemat air dan daur ulang pemakaian air.
Mempertahankan produksi pertanian, peternakan, perikanan, dan kayu/hutan melalui diversifikasi usaha.
Meningkatkan pendapatan petani dan perdagangan hasil pertanian melalui perbaikan sistem pemasaran.
Mengatasi masalah transportasi air dengan menggunakan alternatif transportasi lain atau melakukan stok bahan pokok.

Dampak Keamanan
1. Mengurangi kriminalitas melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
2. Mencegah kebakaran dengan meningkatkan kehati-hatian dalam penggunaan api.

Dampak Lingkungan
Mengurangi erosi tanah melalui penutupan tanah (land covering).
Mengurangi beban limbah sebelum dibuang ke sumber air.
Meningkatkan daya dukung sumber air dalam menerima beban pencemaran dengan cara pemeliharaan debit sungai.
Membangun waduk-waduk baru untuk menambah cadangan air pada musim kemarau.
Mempertahankan kualitas udara (debu dan asap) melalui pencegahan pencemaran udara dengan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran udara.
Mencegah atau mengurangi kebakaran hutan dengan pengolahan lahan dengan cara tanpa pembakaran.


Kawasan Industri MM2100, 16 September 2011

Senin, 28 Februari 2011

Komedi


Komedi berasal dari kata comoedia (bahasa Latin), commedia (bahasa Italia) berarti lakon yang berakhir dengan kebahagiaan. Lakon komedi, seperti halnya lakon tragedi merupakan bagian dari upacara penghormatan terhadap dewa Pallus. Komedi adalah sandiwara ringan yang penuh dengan kelucuan meskipun kadang-kadang kelucuan itu bersifat menyindir dan berakhir dengan bahagia; drama ria.
Menurut Aristoteles, lakon komedi merupakan tiruan dari tingkah laku manusia biasa atau rakyat jelata. Tingkah laku yang lebih merupakan perwujudan keburukan manusia ketika menjalankan kehidupan sehingga mampu menumbuhkan tertawaan dan cemoohan sampai terjadi katarsis atau penyucian jiwa. Penciptaan lakon komedi bertitik tolak dari perasaan manusia yang memiliki kekuatan, namun manusia tidak sadar bahwa dirinya memiliki daya hidup yang dikelilingi alam semesta. Lakon komedi adalah lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu, sehingga para penonton dapat lebih menghayati kenyataan hidupnya. Tokoh dalam lakon komedi ini biasanya adalah orang-orang yang lemah, tertindas, bodoh, dan lugu sehingga identifikasi penonton terhadap tokoh tersebut dapat ditertawakan dan dicemoohkan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Doa-ku

“Allahumma inni as'alukal hudaa wat tuqaa wal 'afaafa wal ghinaa."

"Ya Allah sesungguhnya aku memohon petunjuk hidup, ketakwaan, kesucian diri dan rasa cukup.” (HR. Muslim)


"Allohumma ashlih lanaa diinanaladzii huwa ishmatu amrinaa wa ashlih lanaa dunyanallatii fiihaa ma'asyunaa wa ashlihlanaa aakhiratanaallatii ilaihaa ma'aadunaa waj'alil hayaata ziyaa datan lanaa fii kulli khairin waj'alil mauta rahaatan lanaa min kulli syarin."

Artinya:
"Ya, Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku. Perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Dan jadikanlah hidup ini tambahan bagiku dalam setiap kebaikan. Serta jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan." (HR. Muslim)


"Allohumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannam wamin 'adzaabilqobri wamin fitnatil mahya wal mamaati wamin syarri fitnatil massihiddajjal."

Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari adzab jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian, dan dari kejahatan fitnah dajjal."


"Allohumma inna nas aluka hubbak wa hubba man yuhibbuk wa hubba 'amalin yuqorribuuna ilaa hubbik"

Artinya:
"Wahai Allah, aku berharap akan cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan cinta kepada segala perbuatan yang mengarahkan aku pada cintaMu."

Kamis, 05 Agustus 2010

Copywriter vs Penipu, Kreatif Mana?

Advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. (Paul Copley)

Copywriter vs penipu, kreatif mana? Wah kaget juga ketika mendengar pernyataan ini, walaupun reaksi berikutnya adalah tertawa. Akan tetapi, benarkah seorang copywriter itu menipu? Mari kita lihat, di kalangan masyarakat awam, kita sering mendengar, “Awas, jangan jadi korban iklan!” atau “Jangan tertipu oleh iklan!” Nah lo, siapa otak penipuan itu?? hehe. Copywriter pun akan angkat bicara, “Kami tidak bermaksud menipu, hanya memenuhi permintaan klien saja.” Semakin iklan tersebut mampu mempengaruhi khalayak, semakin tinggi nilainya.

Pada dasarnya, iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator (dalam hal ini perusahaan atau produsen) untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama, yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan.

Dalam membuat iklan, seorang copywriter dituntut memahami beberapa elemen, di antaranya elemen heard words, music, seen words, picture, colour, dan movement. Idealnya, seorang copywriter juga memahami penulisan script film (namun hal ini tidak mutlak). Suatu iklan, baik komersial maupun corporate, diharapkan memiliki efek atau pengaruh. Menurut Hierarchy of effects’ steps, efek iklan tersebut adalah the message (pesan), messages are sent/put unto effect (pesan disampaikan), the messages are received (pesan diterima), understandings are taken from them (pesan mulai dimengerti), the effects of these understandings on thought and attitude take place (pengaruh dari pengertian tersebut diimplementasikan melalui pemikiran dan sikap), dan a change behaviour follows (ada perubahan sikap yang mengikuti). Hal inilah yang jadi perbedaan antara copywriter dan penipu.

Tidak terbayangkan jika kita menonton sinetron atau acara televisi lainnya tanpa ada iklan, pasti teaser-nya tidak akan terasa, hehe. Terakhir, mari kita ikuti salah satu pesan sponsor berikut.

Produk: Kartu Perdana Fren
Tuti adalah seorang siswi SMA. Ketika tiba di sekolah, ia terlambat, pintu gerbang dikunci, dan ia tidak boleh masuk.
Tuti: Tunggu Pak, jangan ditutup dulu gerbangnya!!!!
(Lari menuju gerbang sekolah)
Pak satpam: Tidak boleh!!!! Tuuh!! (Sambil menunjuk jam dinding)
Tuti: Yaaahhh…… (Dengan wajah kecewa)
“Tuti telepon Mama”
Mama: Iya sayang, kenapa??
Tuti: Ma, aku telat!!!
(Seketika telepon ditutup)
Mama: Halo, halo, sayang???!!!
“Papa menemukan kunci duplikat baru yang hilang, kemudian telepon Mama”
Mama: Iya, Pa!!
Papa: Ma, aku dapat yang baru loooh!!!
(Seketika telepon ditutup)
Mama: Papa!!!???
Aaaarrrggghhh………
Anakku hamil,,,suamiku kawin lagi!!!???
Fren……… !!! !!!
Makanya!!! Ngomong jangan setengah-setengah!!! Pakai Fren,,gratis telepon sesama Fren!!! Murah ke semua operator!!!


MM2100, 7 April 2010

Rabu, 04 Agustus 2010

Pangeran “El Nino” dan Putri “La Nina”


Berawal ketika Festival Natal Peruvian, terjadi pemanasan di Pantai Peru. Ahli meteorologi memberikan nama fenomena Osilasi Selatan El Nino atau El Nino Southern Oscillation (ENSO). El Nino berarti seorang laki-laki, karena bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Isa. Kebalikan dari fenomena ini yaitu pendinginan samudra Pasifik Selatan, pertama kali dinamakan dengan Anti El Nino. Untuk menghindari pengertian yang berlawanan, kemudian diberikan nama La Nina. La Nina berarti seorang perempuan.

Apakah El Nino dan La Nina Itu?
Pengukuran temperatur permukaan air laut secara global yang dilakukan oleh Universitas Wiconsin-Madison, menunjukkan bahwa temperatur Samudra Pasifik Timur (dekat dengan Ecuador, Peru, dan Galapagos) adalah hasil osilasi selatan El Nino.

Osilasi Selatan El Nino merupakan pergantian siklus pemanasan dan pendiginan permukaan Samudra Pasifik Tengah dan Timur. Pada kondisi normal, bagian samudra tersebut lebih dingin dari wilayah khatulistiwa, sebagian besar karena pengaruh angin pasat timur laut. Arus dingin mengalir naik ke Pantai Chili, hingga ke sumber air dingin di Pantai Peru.

Saat sumber air dingin menyusut, menyebabkan permukaan Pasifik Tengah dan Timur menjadi hangat karena penyinaran musim kemarau. Fenomena tersebut dinamakan dengan fenomena El Nino. Hal tersebut berpengaruh pada curah hujan di Amerika Selatan dan kekeringan panjang di Australia Timur.

Pada waktu lain, injeksi air dingin lebih hebat dari biasanya hingga menyebabkan permukaan Pasifik Timur menjadi dingin. Fenomena tersebut dinamakan dengan fenomena La Nina. Hal tersebut berpengaruh pada curah hujan panjang di Australia Timur dan musim kemarau di Amerika Selatan.

Fenomena El Nino dan La Nina

Pada peta temperatur permukaan air laut, 18 Maret 2002 (gambar 1) menunjukkan hampir seluruh Pasifik Timur tertutup air hangat dan menghapus “lidah dingin” yang merupakan ciri khas La Nina di khatulistiwa. Penelitian tentang El Nino-La Nina disampaikan oleh Tahiti dan Bureau of Meteorology dari Australia. NOOA juga melaporkan setiap sub-permukaan air menghangat, menandai terjadinya El Nino kembali.

Menurut Dr. Theodor Landscheidt, dalam hipotesisnya menyatakan bahwa fenomena matahari merupakan pemicu fenomena El Nino dan La Nina. Intensitas keduanya dan lama peristiwa menentukan siapa yang terkena banjir, siapa yang terkena kekeringan, serta berapa lama bencana terjadi.

Kapan El Nino dan La Nina Terjadi?

El Nino hebat pernah terjadi tahun 1982-1983 yang menyebabkan kekeringan panjang di Australia Timur dan Tasmania. Sedangkan pada tahun 1988, terjadi La Nina yang ditandai dengan banjir di Queensland dan new South Wales.

Pada periode 1991-1995, El Nino lebih lemah dari peristiwa tahun 1982/1983 tetapi lebih lama berakhir. Queensland dan pedalaman New South Wales menderita ketimpangan kekeringan panjang selama 4 tahun penuh karena El Nino. Baru pada tahun 1996, La Nina memperbaiki hal tersebut, curah hujan meluas ke seluruh Australia Timur.

El Nino kembali pada pertengahan 1997, diikuti dengan La Nina pada pertengahan 1998. Akhir tahun 2002, Fl Nino dan La Nina telah berkurang. Namun, penelitian El Nino-La Nina masih merupakan hal vital bagi warganegara Australia dan pantas menjadi penelitian iklim utama bagi para ilmuwan.

Telah diterbitkan di salah satu media cetak
Anna La Vidda -- 2006

Pudarnya Pesona Cleopatra

Habiburrahman El Shirazy

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. "Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu," kata ibu.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan
untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon
keikhlasanmu," ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku
menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi
mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan
diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun
sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas, aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa
berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran)
sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby
face dan anggun.
Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, bisa jadi
bintang iklan Lux lho, asli! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain,
mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan
Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung
melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di
hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.

Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.
Hari pernikahan datang. Duduk di pelaminan bagai mayat hidup, hati hampa
tanpa cinta, Pesta pun meriah dengan empat group rebana. Lantunan
shalawat Nabi pun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya
harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku
yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!
Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya
sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.
Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan
kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan di pinggir kota Malang.
Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain.
Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih
banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku adalah
sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku
sia-sia.

Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihana pun merasakan hal yang sama,
karena ia orang yang berpendidikan, maka dia pun tanya, tetapi kujawab
"tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga." Ada kekagetan yang kutangkap di wajah Raihana ketika kupanggil 'mbak', "kenapa Mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa Mas sudah tidak mencintaiku." tanyanya dengan guratan wajah yang sedih.
"wallahu a'lam," jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, "Kalau Mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa Mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa Mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa Mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan Mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku di dunia ini." Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikkan air mata, bukan karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.

Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis
maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukan apa-apa, kecuali segelas
kopi buatan Raihana tadi pagi. Memang aku berangkat pagi karena ada janji
dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. "Mas tidak apa-apa?" tanyanya dengan perasaan kuatir. "Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih." lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. "Mas, airnya sudah siap." kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri di depan pintu membawa handuk. "Mas aku buatkan wedang jahe." Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.
Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang
dilakukan ibu. "Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati
pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?" Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. "Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak
tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas." "Biasanya dikerokin"
jawabku lirih. "Kalau begitu kaos Mas dilepas ya, biar Hana kerokin."
sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana
membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu, aku merebahkan diri di tempat tidur.
Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur
sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin
menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan
Cleopatra.
Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku
untuk makan malam di istananya. "Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu," kata Ratu Cleopatra. "Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu."
Aku mempersiapkan segalanya. Tepat pukul 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.
Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba, "Mas, bangun, sudah
jam setengah empat, Mas belum sholat Isya," kata Raihana membangunkanku.
Aku terbangun dengan perasaan kecewa. "Maafkan aku Mas, membuat Mas
kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya" lirih Hana sambil melepas
mukenanya, mungkin dia baru selesai shalat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka
sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia
bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk shalat Isya.
Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar
terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.
"Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan
datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng,
tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang." Suara
lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada zaman Ibnu Hazm.
Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja.
"Maaf, maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu
perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. "Mbak! Eh maaf,
maksudku D..Din..Dinda Hana!” panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. "Ya Mas!" sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". "Matanya sedikit berbinar. "Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng ke sana, habis shalat dhuhur, Insya Allah." ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan.
Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum
bersinar dibibirnya. "Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?" Hana begitu bahagia.
Perempuan berjilbab ini memang luar biasa. Ia tetap sabar mencurahkan
bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku
belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini. Tapi, setetes embun cinta yang
kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan
Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.
Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana
membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. "Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga!” sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal.

Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan
terbaik di kampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku
adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang
sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi
memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik
meneteskan rasa bahagia.
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki
Raihana. Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali
menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan, ia
mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir
tentang keturunan. "Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu," kata ibuku.
"Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami.
Bukankah begitu, Mas?" sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku
tergagap dan mengangguk sekenanya.
Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana.
Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur,
aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku
sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa.
Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.
Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak
kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera.
Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak
kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya "Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam dan mendesah sedih. "Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta." gumamku.
Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan
ke enam. Raihana minta izin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan
alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia ke rumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal di kontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, "Mas, untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh di bawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita."
Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari
aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa
sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan
segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat
kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana.
Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas.
Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas di hati andaikan ada Raihana, dia pasti telah
menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk
angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan
menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum shalat Isya dan terlambat shalat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan shalat Isya, dan tidak terlambat shalat subuh.
Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus.
Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Di antaranya tutornya adalah professor Bahasa Arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang Mesir. Dalam pelatihan, aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen Bahasa Arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia
menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur
dijalani.
"Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak Qalyubi.
"Alhamdulillah, sudah." jawabku. "Dengan orang mana?". "Orang Jawa."
"Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak
saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?"
"Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran."
"Kau sangat beruntung, tidak sepertiku." "Kenapa dengan Bapak?"
"Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan
orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang."
"Bagaimana itu bisa terjadi?"
Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik dan karena terpesona
dengan kecantikannya, saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya
seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir
dengan biaya orang tua. Di sana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil,
orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya
lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari
Indonesia.

Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah
tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya
yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya
jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya
bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat daripada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir.
Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai
S1, saya kembali ke Medan, saya minta agar aset yang di Mesir dijual
untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan.
Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap
tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun, tetapi tiga tahun sekali Yasmin tidak bisa.
Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak
terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya
mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan.
Jika saya pingin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka.
Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.
Saya menyesal meletakkan kecantikan di atas segalanya. Saya telah
diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka
berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis
saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu
di Mesir itulah puncak tragedi yang menyakitkan. "Aku menyesal menikah
dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa
bahagia kecuali dengan lelaki Mesir." Kata Yasmin yang bagaikan geledek
menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu
dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman dan istrinya
sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi.
Dua bulan yang lalu, saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang".
Mendengar cerita Pak Qalyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan
hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap di hati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala di dinding. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan yang disimpan di bawah bantal.
Di bawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir,
darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku "serong"?. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.

"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh di hadapan-Mu. Lakal
hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba." tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya, Raihana berdoa, "Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmat-Mu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk
tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau Maha Tahu bahwa
hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah, kecuali Engkau, Maha Suci Engkau."
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang
luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana
terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan
pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangannya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angin sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat di mata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku.
Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. "Mana Raihana Bu?" Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. "Raihana, istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya."
"Ada apa dengan dia." "Dia telah tiada." "Ibu berkata apa!" "Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar
mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat.
Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhainya".
Hatiku bergetar hebat. "Ke… kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?"
"Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang
untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin
mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi maafkanlah kami."
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku
merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku,
dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya, dia telah tiada.
Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk
sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru
di kuburan pinggir desa. Di atas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis di sana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu, dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup
kembali. Tiba-tiba dunia gelap gulita.

Cerita ini diperuntukkan
Bagi orang-orang yang hanya menilai wanita
dari kecantikan luarnya saja.

Download Pudarnya Pesona Cleopatra, ikuti tautan berikut:
http://www.ziddu.com/download/11064925/PudarnyaPesonaCleopatra.doc.html